Minggu, 28 Juli 2013
Minggu, 30 Juni 2013
Makna Dhvaja, Pataka dan Chattra
Chattra
“Chattra” adalah
penutup, digantung di puncak atas Rupang Buddha, maknanya adalah mencegah
pencemaran, hari ini kita mengatakannya dengan istilah pelestarian lingkungan.
Dengan cara apa untuk mencegah pencemaran? Yakni dengan ceramah Dharma. Ceramah
Dharma adalah cara untuk mencegah pencemaran, setiap saat menyadarkan dirimu,
membantu dirimu untuk tercerahkan, maka itu anda perlu mengetahui maknanya,
harus melakukannya dengan benar. Maka itu perlu diketahui bahwa
menggantung pataka adalah menyelenggarakan kebaktian bersama, menggantung
dhvaja adalah ceramah Dharma.
(Naskah petikan dari
ceramah Master Chin Kung dengan judul Ksitigarbha Sutra seri ke 26)
「蓋」是寶蓋,這是懸在佛像的頂上,它表法的意思是防止污染,我們今天講的環境保護。用什麼方法來防止污染?要講經說法。講經說法就是防止污染,時時刻刻提醒你、幫助你覺悟,所以你要懂得意思,要真正去做。由此可知,懸旛就是提倡共修,懸幢就是講經說法,名實相副。
節錄自 地藏菩薩本願經講記 第二十六集 (淨空法師啟講於新加坡淨宗學會)
Keterangan gambar : Pataka yang bertuliskan Namo Amituofo
Apa yang dimaksud
dengan Dhvaja dan Pataka?
“Pataka” adalah bendera dalam Agama Buddha,
apa kegunaannya? Yakni untuk
mengundang masyarakat datang mendengar ceramah Dharma dan mengadakan
kebaktian bersama, inilah maknanya. Sebelumnya kita telah membaca, bahkan saya
juga meminta praktisi sekalian untuk lebih memperhatikan bahwa baik di atas
pataka, dhvaja dan chattra, tidak boleh ditulis nama Buddha atau nama
Bodhisattva, juga tidak boleh ada lukisan Rupang Buddha atau Bodhisattva,
mengapa? Ini adalah perlengkapan persembahan, tidak boleh menggunakan Buddha
dan Bodhisattva untuk mempersembahkan kepada Buddha dan Bodhisattva.
Maka itu baik pataka, dhvaja maupun chattra tidak disulam
nama Buddha maupun nama Bodhisattva, mengetahui bahwa ini adalah perlengkapan
persembahan. Bila ingin memberikan persembahan, haruslah dengan ketulusan hati.
Jika tidak ada Dharma sejati, anda menggantung pataka, dhvaja dan chattra, ini
hanyalah sebuah penampilan saja, tidak ada isinya. Seperti ruang kebaktian kita
ini, harus menggantung pataka, sedangkan di ruang ceramah digantung dhvaja,
hari ini ada ceramah.
Pada masa dahulu ini sebagai
pemberitahuan kepada masyarakat bahwa ada kegiatan ceramah, vihara kami hari
ini ada ceramah Dharma, maka itu di atas tiang bendera kita menggantung tanda
ini, orang yang melihatnya jadi tahu bahwa di vihara hari ini ada ceramah, hari
ini ada kebaktian; pataka adalah kebaktian bersama. Sekarang ini adalah sebuah
peringatan, karena di tengah kota yang ramai, anda menggantung bendera tidak
dapat dilihat orang. Saat kini kita menggunakan suratkabar sebagai media
pemberitahuan atau menyebarkannya lewat telepon, ini adalah makna dari pataka
dan dhvaja.
(Naskah petikan dari
ceramah Master Chin Kung dengan judul Ksitigarbha Sutra seri ke 26)
Artikel
terkait :
Kutipan Ceramah Master Chin Kung 13 Mei 2011 (Bgn 4)
幢幡寶蓋是什麼意思?什麼用途?
要曉得懸旛、懸蓋是什麼意思?「旛」是佛門裡面的旗幟,什麼用途?是召來大眾聽經聞法共修的,是這個意思。前面我們曾經讀到,我還特別叫同學們注意,旛幢寶蓋上面決定不可以用佛菩薩的名號,不可以用佛菩薩的形像,為什麼?這是供具,供養具,不可以用佛菩薩來供養佛菩薩,那成什麼話!
所以旛幢寶蓋不繡佛菩薩的名號,知道這是供養具。我們要供養,是以我們自己虔誠心去供養,這樣才好。沒有正法,你選旛幢寶蓋,那只是個樣子,沒有內容。像我們現在念佛堂,這是應當要懸旛,講堂懸幢,今天講經。在過去這是訊息,通知大家,我這個道場今天講經,我們旗杆上掛這個標誌,人家一看知道今天道場有講經,今天道場有共修;旛是共修。現在這是一種紀念,因為都市都是大廈林立,你掛的旗幟外面人看不見。現在我們用報紙廣告,用電話來傳達,這就是旛幢的意思。
節錄自 地藏菩薩本願經講記 第二十六集 (淨空法師啟講於新加坡淨宗學會)
Selasa, 18 Juni 2013
Mengenal Sekilas Master Guang Qin
Mengenal Sekilas Master Guang Qin
Master
Guang Qin (1892 – 1986), sebelum
memasuki anggota Sangha, nama beliau adalah Huang Wenlai lahir pada tahun 1892
di Provinsi Fujian, China. Keberhasilan
beliau yang terbesar adalah setelah tahun 1948 menyebarkan Buddha Dharma di
Taiwan. Beliau berbeda dengan anggota Sangha lainnya, Master Guang Qin tidak
mengenal huruf, namun beliau berusaha
keras dalam melatih diri dan dengan tindakan nyata mengajari insan lain, dan
yang terpenting adalah beliau diakui sebagai sosok satu-satunya yang telah memperoleh
pencerahan di Taiwan, sehingga menjadi salah satu Bhiksu yang terkenal di
Taiwan.
Selain itu legenda mengenai kemampuan
gaib yang dimiliki Master Guang Qin sangatlah banyak, seperti yang dikisahkan
dari tahun 1947 – 1964, beliau memasuki samadhi di hutan dan hanya mengkonsumsi
buah-buahan. Karena itu dalam legenda Taiwan ada sebutan “Bhiksu Buah-buahan”. Dan
lagi “Bhiksu Penakluk Harimau”, karena ketika Master sedang duduk bersamadhi
melafal Amituofo di dalam gua gunung, persediaan
makanan nya habis, maka mengganti dengan mengkonsumsi buah-buahan, saat itu di
hutan juga ada kera dan harimau, lama-kelamaan, mereka mulai patuh, sampai kisah
mujizat ada harimau yang ber trisarana, dan kera yang memberi persembahan.
Dalam tanya jawab dengan Master Guang Qin, ada sepenggal perbincangan yang
menarik : “Guru, kabarnya anda memiliki kemampuan gaib, jika tidak ada, mengapa
anda bisa mengetahui kejadian yang akan datang? Sesungguhnya anda memiliki
kemampuan gaib atau tidak?” Master Guang-Qin
menjawab : “Kalau ada makan maka ada keluar” (maksudnya kalau ada mengkonsumsi
makanan maka pengeluaran juga lancar)
Pada tanggal 13 Februari 1986 dalam
usia 94 tahun Master Guang Qin wafat dan sebelumnya beliau tidak perlu menggunakan
tongkat, juga tidak memerlukan pegangan orang lain, tubuh sehat dan gerakan
juga masih lincah.
Menerima sila di usia paruh baya
Pada tahun 1927, Master Guang Qin
yang berusia 35 tahun, menerima sila di provinsi Fujian China dan memiliki nama
Guang Qin. Sumber lain menyebutkan beliau ditabhiskan pada usia 42 tahun. Namun
yang pasti adalah setelah ditabhiskan beliau melatih diri dengan keras di
Fujian, tujuh tahun menjalani kehidupan bersamadhi di dalam gua gunung di
Fujian. Selama itu beliau menggunakan sutra Buddha untuk mengenal huruf, cara
beliau melafal sutra, yang terpenting adalah dari melafal Namo Amituofo sebagai
dasar untuk melatih diri. Maka itu setelah terkenal, beliau tidak pernah
membabarkan satu sutra pun.
Menyebarkan Dharma di Taiwan
Pada
tahun 1948 Master Guang Qin menuju ke Taiwan untuk menyebarkan ajaran
Buddha.
Tidak Berbaring
Master
Guang Qin selain tidak beristirahat dengan sikap berbaring, juga melatih diri
dengan keras, yang paling khusus adalah cara beliau memberikan ceramah, yang
senantiasa menasehati insan lain untuk bervegetarian. Kalimat yang paling
sering diucapkan beliau kala ada umat yang datang meminta bimbingan adalah “Melafal
Amituofo! Jangan makan daging!”. Karena
itu tidak perlu susah payah membaca sutra, yang terpenting adalah melafal “Namo
Amituofo” dan bervegetarian adalah metode yang praktis, sampai sekarang masih
begitu berpengaruh pada masyarakat Taiwan.
Ajaran Sukhavati adalah Dhyana
Master Guang Qin tidak banyak berteori, beliau
hanya berharap agar para umat dapat bervegetarian dan melafal Amituofo. Beliau
juga telah sering mengumandangkan bahwa ajaran Sukhavati adalah Dhyana.
Sampai saat ini para peneliti agama di Taiwan menganggap
bahwa Master Guang Qin telah banyak
memberikan sumbangsih pada perkembangan aliran Sukhavati. Master Guang Qin
telah menjadi salah satu dari Tiga Tokoh Besar Aliran Sukhavati, bersama dengan Upasaka Li Bing-nan dan Master Zhu
Yun.
Sumber :
釋廣欽
Langganan:
Postingan (Atom)



